Beranda / Olahraga / Mindset Sesat Tentang Catur

Mindset Sesat Tentang Catur

Jadi lu bingung main ML atau catur dan akhirnya lu milih catur karena banyak yang bilang catur bagus buat otak. Padahal kedua game ini dampaknya bisa sama buat otak. Dan ini cuma satu dari empat kesalahan berpikir yang sering terjadi tentang permainan catur. Dan hari ini gua bakal bahas mindset tentang catur yang keliru. Oke, kita mulai dari kesalahan yang pertama yaitu belajar catur itu bisa lewat kuis doang. Gua sering banget ngelihat orang ngerjain kuis-kuis catur di internet. Kuis emang bagus, bahkan

chess.com mengakuinya. Tapi terkadang ada orang yang cuma latihan kuis doang dan udah ngerasa jago. Padahal jago kuis belum tentu lu jago di permainan aslinya. Gini, kuis itu adalah soal untuk menganalisis kumpulan langkah dan teknik. Entas kak, double attack, zukzwang, discover attack, dan lain-lain. Nah, ngenalin pola langkah ini emang bagus banget buat menghemat waktu. Tapi bagaimana kalau keadaan papan dalam tanda kutip enggak bisa diapa-apain atau enggak ada teknik dan kombinasi langkah yang bisa lu lakuin?

Dalam posisi kayak gini, kalau lu cuma belajar kuis, yang ada lu malah ngelakuin blunder, buang-buang waktu atau tempo. Jadi, ketimbang cuma ngerjain kuis, lu juga harus belajar prinsip tasa agar walau keadaan papan dalam tanda kutip enggak bisa diapa-apain, prwira lu masih bisa tetap berguna dan berkembang, bukan diam aja. Bisa dibilang orang yang cuma lihat kuis itu adalah orang yang cuma tahu caranya berperang, tapi enggak bisa melakukan persiapan saat berperang. Intinya kuis itu bagus untuk dikerjain, tapi sangat

tidak efektif jika lu cuma belajar dari kuis. Selanjutnya adalah banyak main itu bikin jago. Ini adalah kesalahan berpikir yang paling sering terjadi. Banyak pecatur yang main catur sampai berjam-jam dan berpikir dirinya berkembang. Padahal kalau dilihat ratingnya walai ware finish. Waktu manusia itu terbatas. Jadi kalau dia habisin waktu cuma buat main aja, maka dia enggak akan punya waktu buat menganalisis permainannya. Hal ini menyebabkan orang tersebut tidak bisa berkembang karena tidak tahu

kesalahannya di mana sehingga ia mengulangi kesalahan yang sama. Konsep ini bahkan terjadi di game kompetitif lainnya. Lu pernah kan punya teman main ML 24/7? Tapi Stock Conner kalau enggak Glory konsepnya sama. Percuma aja lu main banyak kalau lu enggak belajar dari kesalahan. Intinya kalau lu beneran mau berkembang, lu jangan cuma spam main, tapi lu harus pelajari dasarnya, main secukupnya, dan analisis kesalahan yang lu buat di game sebelumnya. Lalu kesalahan berpikir yang ketiga adalah dampak catur bagi otak itu lebih

AKTRIS VS PENYANYI SALING ADU FISIK‼️ DUEL SELEBRITI BASKET TERSOMBONG‼️

baik ketimbang game kompetitif lain. Lu pasti tahulah catur itu dianggap sebagai game yang bisa meningkatkan intelektual dan daya ingat. Beda sama game kompetitif lain kayak Mobile Legends, Free Fire, Valoran dan lain-lain yang dianggap cuma menyebabkan kecanduan dan bikin otak rusak. Padahal itu enggak benar. Cantur itu sama aja kayak game-game kompetitif lain yang bisa merusak otak, mental, dan menyebabkan kecanduan. Karena sistem game kompetitif emang seperti itu. Menang lu happy, kalah lu main lagi.

Jadi, lu bisa aja lihat beberapa kasus kecanduan di catur. Sebaliknya game-game strategi kayak Mobile Legends, FF, Valoran dan lain-lain itu juga bisa meningkatkan fungsi otak, daya ingat, dan kemampuan untuk memilih. O bahasa kerennya decision making. Asal pas lu main, lu beneran mikirin strateginya, bukan asal main aja. dan dicatur sama. Manfaat kayak ningkatin fungsi otak, daya ingat, dan lain-lain itu cuma bisa terjadi kalau lu mainnya sambil mikir, bukan asal main aja. Intinya hampir semua game

kompetitif itu sebenarnya bermanfaat bagi otak, tergantung gimana lu mainnya. Tapi perlu digaris bawahi emang hampir semua game kompe itu punya dampak positif dan negatif buat otak. Tapi ada beberapa jenis game yang dampak positifnya berbeda bagi otak. Contoh, kalau lu bandingin manfaat positif game papan kayak Catur dan Go dibandingkan sama dampak positif game FPS kayak FF sama Followo itu jelas beda karena melatih fungsi otak yang berbeda juga. Permainan papan itu melatih strategi, sedangkan FPS melatih pemilihan

keputusan cepat dan reflex. Dan ya menurut gua ada dua alasan kenapa game kompetitif lainnya itu di framing atau diposisikan kayak game yang membuat kecanduan. Alasan pertama adalah usia pemain. Orang-orang yang main ML itu kebanyakan masih muda antara umur 7 sampai 20-an tahun. Dan umur-umur ini adalah umur yang rentan banget buat kecanduan. Coba lu lihat berita-berita soal kecanduan game. Pasti kebanyakan yang kecanduan adalah rentang usia remaja akhir ke bawah. Umur ini mudah banget buat kecanduan karena

mereka punya banyak waktu dan belum dibebani oleh pekerjaan berat. Beda sama orang dewasa yang waktunya cuma sedikit jadi jarang yang kecanduan. Nah, catur itu rata-rata pemainnya adalah orang-orang dewasa yang punya banyak pekerjaan dan main catur cuma buat ngisi waktu luang. Jadi jarang banget lu ketemu orang yang kecanduan catur dan kalaupun ada mereka itu enggak kelihatan. Contohnya main catur di pos ronda dari malam sampai pagi, ngejar elo rating sampai 3 jam per hari, main catur sampai jam 3.00 pagi. Itu semua termasuk

TANTANG ISTRI SANDY WALSH ‼️ PEMAIN TIMNAS BASKET KANADA INI HANCURKAN PEBASKET SOMBONG ⁉️

kecanduan. Tapi karena posisi awalnya catur adalah game positif, alhasil mereka tidak mengkategorikan hal tersebut kecanduan. Dan alasan kedua adalah segmen terakhir yaitu tilting. Sebenarnya tilting itu bukan kesalahan berpikir tapi kesalahan emosi. Tapi ya udahlah tetap menarik buat dibahas. Simpelnya tilting itu ngebawa perasaan emosional. Biasanya marah ke dalam game. Tilting di game kompetitif lain itu jauh lebih parah dan lebih mudah terjadi ketimbang dicatur. Balik lagi, pemain game kompetitif lain itu rata-rata

berumur 7 hingga 20-an tahun yang emosinya masih belum stabil. Akibatnya kalau mereka dah mulai tilting itu emosinya bisa meluap-luap. Beda sama catur yang pemainnya lebih terlatih mengendalikan emosi. Ditambah lagi catur itu game yang dimainin sendiri. Alhasil kala menang ada di tangan lu. Jadi kalau mau push elo, lu tinggal latihan sendiri. Dan kalau kalah ya salahinnya diri sendiri. Beda sama game kompetitif lain yang biasanya multiplayer. Alhasil kalah menang bukan di tangan lu. Sehingga

kalau lu kalah lu salahin orang lain. Dan kalau mau push rank walaupun lu udah main bagus lu bisa aja tetap kalah karena tim lu yang alhasil lu malah tilting lebih parah. Dan ya, kalau lu punya pendapat lain dan mau diskusi atau debat, lu bisa diskusikan atau perdebatkan di kolom komentar. Dan seperti biasa kalau lu suka sama video yang ini, mungkin lu juga suka sama video gua yang

 

Bagaimana Gelar Juara Dunia Menghancurkan Ding Liren

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *